Kesembuhan adalah mutlak kehendak Tuhan YME. Namun sesuai hukum sebab akibat, kesembuhan tidaklah datang begitu saja, ia harus diupayakan. Sakit harus diobati, baik dengan cara dan sarana yang sederhana sampai dengan yang paling canggih dan mahal Padahal sakit adalah salah satu cobaan dalam hidup. Kita pernah dengar bahwa Tuhan tidaklah akan memberi cobaan melainkan sebatas kemampuan yang Tuhan berikan kepada kita. Itulah sebabnya sering kita dengar dan lihat seseorang yang kaya raya menghabiskan kekayaannya demi kesembuhan dari penyakitnya, begitu kekayaannya ludes, ternyata hanya dengan pengobatan yang sederhana dan murah justru ia menjadi sembuh. Memang secara logika obat yang mahal biasanya lebih akurat dalam hal penyembuhan karena bahan dan pembuatannya pun memerlukan biaya mahal, namun tetap saja ia tidak akan pernah menjadi penyembuh yang pasti dan mutlak. Sebab jika demikian halnya maka hanya orang-orang yang mampu membeli obat mahal saja yang bisa sembuh total dan berusia panjang atau bahkan tidak bisa mati.
Selain itu, pengenalan bahan dan cara pengobatan penyakit kiranya sudah ada semenjak dimulainya sejarah kehidupan manusia, sejak jaman purba sampai sekarang, dan itu selalu berkembang selaras dengan perkembangan budaya manusia dan jamannya. Disamping penemuan-penemuan baru dalam penyediaan bahan dan cara-cara pengobatan, maka banyak pula langkah-langkah penggalian ilmu pengetahuan tentang hal tersebut dengan bersumber dari kebudayaan lama yang ternyata masih sangat relevan dengan penanggulangan berbagai penyakit masa kini. Bahkan dengan semakin banyaknya diketemukan bahaya atau resiko penggunaan bahan dan cara pengobatan modern dimana-mana, banyak para ahli pengobatan yang justru menyarankan melalui slogan “Back to nature” agar kita lebih banyak menggunakan bahan dan cara pengobatan lama atau kuno yang ternyata lebih aman. Sarang semut pun yang telah digunakan penduduk Papua selama ber abad-abad bahkan mungkin sudah ribuan tahun kiranya kini menjadi bahan obat yang mulai populer di kalangan kaum elit.
Dengan memperhatikan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa obat / cara pengobatan yang tepat dan berhasil dalam mengatasi penyakit tidaklah selalu dapat diukur dari mahalnya harga ataupun lama / barunya hasil temuan bahan dan cara tersebut. Namun penyembuhan /kesembuhan itu datang berdasar atas kesesuaian antara obat/cara pengobatan tersebut dengan jenis penyakit dan kondisi si sakit secara lahir batin, dan di atas semuanya itu maka kehendak atau ridho Tuhan lah yang paling menentukan. Itulah sebabnya di kalangan masyarakat beredar suatu pengertian bahwa apabila kita menderita sakit marilah kita berobat dan bertaubat.
Satu hal lagi yang mengusik batin kita.... Perkembangan teknologi pengobatan yang semakin canggih baik peralatan maupun khasanah ilmu pengetahuannya, temuan-temuan baru di bidang obat-obatan termasuk juga para dokter dan pakar-pakar pengobatan yang semakin lama semakin banyak jumlahnya, ......ternyata semuanya itu belum berhasil memperlama usia manusia. Pada jaman purba ataupun di jaman para nabi kuno yang konon berusia sampai 800 tahun, hari ini usia manusia modern sudah langka yang bisa mencapai usia 80 tahun. So pasti ada sebabnya ....... mengapa ????? Yuk kita cari penyebabnya dan coba kita praktikkan. Tuhan menciptakan segalanya bukan tanpa sebab.
Sejalan dengan pendapat di atas, maka melalui situs ini kami ingin mengumandangkan kembali penggunaan obat-obat asli peninggalan nenek moyang di Nusantara ini, selain sebagai langkah awal dalam keikutsertaan menjunjung tinggi nilai-nilai keilmuan dan budaya leluhur yang jarang dimiliki bangsa-bangsa lain di dunia ini, juga dalam rangka mengembangkan semuanya itu sesuai dengan kebutuhan jaman. Kita tahu bahwa bumi Nusantara yang subur dan beriklim tropis ini sangat memungkinkan bagi tumbuh suburnya berbagai macam tanaman yang berkhasiat obat. Hutan belantara yang membentang luas hampir di semua pulau jelas menunjukkan besarnya kekayaan negeri kita termasuk utamanya dalam hal ketersediaan jumlah dan macam tanaman obat yang ada di dalamnya. Sungguh suatu hal yang ironis sekali jika di negeri tercinta ini masih banyak penghuni yang menderita sakit dan tak kunjung sembuh hanya karena tak tahu apa obatnya.
Untuk lebih jelasnya kami persilahkan pembaca memperhatikan tayangan produk-produk kami di http://jamu-ksc.blogspot.co.id yang dilengkapi gambar dan keterangan lengkap masing-masing jenis produk serta cara pemesanan dan pengirimannya.
Selain itu, pengenalan bahan dan cara pengobatan penyakit kiranya sudah ada semenjak dimulainya sejarah kehidupan manusia, sejak jaman purba sampai sekarang, dan itu selalu berkembang selaras dengan perkembangan budaya manusia dan jamannya. Disamping penemuan-penemuan baru dalam penyediaan bahan dan cara-cara pengobatan, maka banyak pula langkah-langkah penggalian ilmu pengetahuan tentang hal tersebut dengan bersumber dari kebudayaan lama yang ternyata masih sangat relevan dengan penanggulangan berbagai penyakit masa kini. Bahkan dengan semakin banyaknya diketemukan bahaya atau resiko penggunaan bahan dan cara pengobatan modern dimana-mana, banyak para ahli pengobatan yang justru menyarankan melalui slogan “Back to nature” agar kita lebih banyak menggunakan bahan dan cara pengobatan lama atau kuno yang ternyata lebih aman. Sarang semut pun yang telah digunakan penduduk Papua selama ber abad-abad bahkan mungkin sudah ribuan tahun kiranya kini menjadi bahan obat yang mulai populer di kalangan kaum elit.
Dengan memperhatikan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa obat / cara pengobatan yang tepat dan berhasil dalam mengatasi penyakit tidaklah selalu dapat diukur dari mahalnya harga ataupun lama / barunya hasil temuan bahan dan cara tersebut. Namun penyembuhan /kesembuhan itu datang berdasar atas kesesuaian antara obat/cara pengobatan tersebut dengan jenis penyakit dan kondisi si sakit secara lahir batin, dan di atas semuanya itu maka kehendak atau ridho Tuhan lah yang paling menentukan. Itulah sebabnya di kalangan masyarakat beredar suatu pengertian bahwa apabila kita menderita sakit marilah kita berobat dan bertaubat.
Satu hal lagi yang mengusik batin kita.... Perkembangan teknologi pengobatan yang semakin canggih baik peralatan maupun khasanah ilmu pengetahuannya, temuan-temuan baru di bidang obat-obatan termasuk juga para dokter dan pakar-pakar pengobatan yang semakin lama semakin banyak jumlahnya, ......ternyata semuanya itu belum berhasil memperlama usia manusia. Pada jaman purba ataupun di jaman para nabi kuno yang konon berusia sampai 800 tahun, hari ini usia manusia modern sudah langka yang bisa mencapai usia 80 tahun. So pasti ada sebabnya ....... mengapa ????? Yuk kita cari penyebabnya dan coba kita praktikkan. Tuhan menciptakan segalanya bukan tanpa sebab.
Sejalan dengan pendapat di atas, maka melalui situs ini kami ingin mengumandangkan kembali penggunaan obat-obat asli peninggalan nenek moyang di Nusantara ini, selain sebagai langkah awal dalam keikutsertaan menjunjung tinggi nilai-nilai keilmuan dan budaya leluhur yang jarang dimiliki bangsa-bangsa lain di dunia ini, juga dalam rangka mengembangkan semuanya itu sesuai dengan kebutuhan jaman. Kita tahu bahwa bumi Nusantara yang subur dan beriklim tropis ini sangat memungkinkan bagi tumbuh suburnya berbagai macam tanaman yang berkhasiat obat. Hutan belantara yang membentang luas hampir di semua pulau jelas menunjukkan besarnya kekayaan negeri kita termasuk utamanya dalam hal ketersediaan jumlah dan macam tanaman obat yang ada di dalamnya. Sungguh suatu hal yang ironis sekali jika di negeri tercinta ini masih banyak penghuni yang menderita sakit dan tak kunjung sembuh hanya karena tak tahu apa obatnya.
Untuk lebih jelasnya kami persilahkan pembaca memperhatikan tayangan produk-produk kami di http://jamu-ksc.blogspot.co.id yang dilengkapi gambar dan keterangan lengkap masing-masing jenis produk serta cara pemesanan dan pengirimannya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar